Otomotifnet.com - Salah satu aspek krusial dalam perjalanan mudik atau liburan adalah kesehatan ban mobil Anda.
Pecah ban di jalan tol bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman keselamatan jiwa yang sering kali berawal dari kelalaian sepele.
Berikut adalah empat pemicu utama kerusakan ban yang wajib Anda waspadai:
1. Bahaya Tersembunyi Tekanan Angin Rendah
Banyak pengemudi keliru menganggap ban meledak karena kelebihan angin.
Faktanya, tekanan angin kurang (under-inflation) jauh lebih mematikan.
-
Mitos vs Fakta: Saat ban kelebihan angin, dinding ban memang tegang, namun strukturnya tetap stabil. Sebaliknya, saat kekurangan angin, dinding samping ban akan mengalami defleksi atau pergerakan naik-turun yang ekstrem secara terus-menerus.
-
Kelelahan Material: Gesekan dan panas akibat pergerakan dinding ini membuat kawat baja di dalam ban mengalami kelelahan (fatigue) hingga akhirnya putus. Inilah penyebab utama ban pecah tiba-tiba saat dipacu di jalan bebas hambatan.
2. Efek Domino Hantaman Lubang (Impact Damage)
Ban bukan sekadar karet bundar, ia adalah garda terdepan sistem suspensi yang menyerap energi benturan.
-
Putusnya Kawat Baja: Menghantam lubang dalam kecepatan tinggi memberikan beban kejut yang luar biasa. Tekanan ini dapat memutus jalinan kawat baja di dalam ban, yang secara visual sering terlihat sebagai "ban benjol"
-
Risiko Fatal: Benjolan tersebut adalah tanda bahwa struktur ban sudah cacat permanen. Tidak ada kompromi untuk kondisi ini; ban yang benjol harus segera diganti karena kekuatannya telah hilang dan bisa meledak kapan saja.
3. Ancaman Korosi dari Kerikil yang Terjebak
Kembangan atau pattern pada ban dirancang secara aerodinamis untuk membuang air (aquaplaning resistance). Namun, celah ini sering kali menjadi perangkap bagi kerikil tajam.
-
Luka Mikro: Kerikil yang terjepit akan terus tertekan ke dalam saat roda berputar, hingga akhirnya melukai lapisan karet pelindung baja.
-
Oksidasi Serat Baja: Begitu lapisan pelindung terbuka, air dan kotoran akan masuk dan memicu korosi (karat) pada serat baja. Jika dibiarkan, integritas ban akan melemah dari dalam. Sangat disarankan untuk rutin mencungkil kerikil di sela ban sebelum Anda memulai perjalanan jauh.
Baca Juga: Ban Pecah di Tol? Lakukan 3 Langkah Darurat Ini Agar Selamat
Baca Juga: Perhatikan 2 Hal Ini Agar Tidak Terjadi Tabrakan Beruntun di Tol
Baca Juga: Mau Selamat Berkendara? Ikuti Cara Pindah Jalur di Tol Yang Benar Ini
Baca Juga: Hijau dan Biru, Ini Arti Dua Warna Rambu Penunjuk Arah di Jalan Tol
4. Teknik Tambal Ban yang Berisiko
Tidak semua teknik tambal ban diciptakan sama. Metode "tusuk" atau string tubeless yang umum di pinggir jalan sebenarnya menyimpan risiko jangka panjang.
-
Merusak Konstruksi: Proses memperbesar lubang bocor dengan alat penusuk berisiko memutus serat baja konstruksi ban.
-
Jalur Masuk Kontaminan: Lubang yang tidak tertutup sempurna secara internal memungkinkan air mencapai serat baja, menyebabkan karat yang melemahkan daya ikat karet pada baja.
-
Solusi Lebih Aman: Untuk keamanan maksimal, pertimbangkan metode tambal ban "tip-top" (pres dari dalam) yang lebih menjaga keutuhan struktur kawat baja ban.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR