Peredaman getaran Karena memiliki bantalan tambahan berupa ban dalam, ban biasa terasa lebih empuk saat melintasi jalanan aspal yang halus atau saat berkendara dalam kecepatan rendah. Sebaliknya, ban tubeless mungkin terasa sedikit lebih keras jika tekanan anginnya terlalu tinggi.
Resiko Kebocoran dan Penanganan Darurat
Ini adalah faktor krusial bagi keselamatan pengemudi. Ban tubeless Jika terkena paku, ban ini tidak akan langsung kempes. Pengendara masih punya waktu untuk mencari bengkel atau menepi di tempat aman. Proses penambalannya pun praktis, cukup disumbat dari luar menggunakan karet khusus tanpa perlu membongkar ban dari velg.
Ban biasa bersifat reaktif terhadap kebocoran. Sekali tertusuk, tekanan udara akan hilang dalam hitungan detik (kempes mendadak), yang bisa berbahaya jika terjadi saat melaju kencang. Perbaikannya pun lebih rumit karena ban harus dibongkar total untuk mengeluarkan ban dalam yang rusak.
Efisiensi dan Performa
Bobot ban ternyata berpengaruh pada performa kendaraan secara keseluruhan. Bobot ban biasa cenderung lebih berat karena adanya lapisan ganda (luar dan dalam). Bobot ekstra ini sedikit banyak memengaruhi beban kerja mesin.
Konsumsi BBM ban tubeless yang lebih ringan membantu roda berputar dengan beban yang lebih sedikit, yang secara teoritis dapat memberikan kontribusi pada efisiensi bahan bakar dan pengendalian (handling) yang lebih responsif.
Kesesuaian dengan Velg
Sebelum memutuskan beralih ke tubeless, pastikan velg kendaraan Anda mendukung. Velg Racing (Cast Wheel) sangat ideal untuk ban tubeless karena desainnya yang rapat dan tidak memiliki lubang jari-jari.
Velg Jari-jari (Spoke Wheel) biasanya digunakan untuk ban biasa. Jika ingin memasang ban tubeless pada velg jari-jari, diperlukan modifikasi khusus atau penggunaan manset karet tambahan agar udara tidak keluar melalui lubang jari-jari.
Mana yang Harus Anda Pilih?
Pilihan terbaik sangat bergantung pada gaya hidup dan rute perjalanan Anda, Pilihlah Ban Tubeless jika Anda mengutamakan efisiensi, kepraktisan dalam penanganan bocor, dan sering melewati rute perkotaan yang berisiko banyak paku.
Pilihlah Ban Biasa jika Anda lebih mengutamakan kenyamanan redaman getaran dan tinggal di daerah yang mungkin minim bengkel spesialis tubeless.
Apapun pilihannya, pastikan untuk selalu melakukan pengecekan rutin tekanan angin dan kondisi alur ban.
Baca Juga: Cara Deteksi Shockbreaker Mobil Bekas, Gini Tanda Jika Sudah Lemah
Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah 5 Warna Pelat Nomor Kendaraan Listrik dan Artinya
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR