Otomotifnet.com - Memilih ban yang tepat bukan sekadar soal estetika, melainkan investasi pada keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Di dunia otomotif, kita mengenal dua jenis ban yang paling umum digunakan yaitu ban tubeless dan ban biasa (tube type). Meski sekilas terlihat sama, keduanya memiliki teknologi, karakteristik, dan peruntukan yang sangat berbeda.
Yu kita kupas secara mendalam mengenai perbedaan kedua jenis ban tersebut dari berbagai aspek.
Struktur Material dan Teknologi Keamanan
Perbedaan mendasar terletak pada bagaimana ban tersebut menahan udara. Ban Tubeless ini tidak membutuhkan ban dalam. Sebagai gantinya, bagian dalamnya dilapisi oleh fluid sealant atau lapisan karet khusus yang berfungsi sebagai perekat otomatis. Lapisan ini menjaga kerapatan antara ban dan velg. Jika tertusuk benda tajam seperti paku, cairan ini akan langsung merapat ke area yang bocor, sehingga tekanan udara tidak hilang seketika.
Ban Biasa (Tube Type), bergantung sepenuhnya pada ban dalam untuk menampung udara. Ban luar hanya berfungsi sebagai pelindung dan pemberi traksi. Karena tidak memiliki lapisan sealant, kebocoran pada ban dalam akan langsung membuat udara keluar dengan cepat melalui celah antara ban luar dan velg.
Kompleksitas Komponen
Dari sisi mekanis, ban tubeless jauh lebih simpel dibandingkan ban biasa. Ban Tubeless hanya terdiri dari ban itu sendiri dan velg khusus yang kedap udara.
Ban Biasa Melibatkan lima komponen utama yang harus terpasang presisi agar berfungsi optimal, yaitu ban luar, ban dalam, velg, flap (selendang ban), dan lock ring. Banyaknya komponen ini membuat proses penggantian atau servis menjadi lebih memakan waktu.
Daya Tahan dan Karakteristik Berkendara
Daya tahan ban sangat dipengaruhi oleh medan yang sering dilalui. Ketahanan medan ban tubeless dirancang dengan struktur yang lebih kokoh dan kaku, membuatnya sangat tangguh untuk perjalanan jarak jauh dan stabil pada kecepatan tinggi. Namun, ban biasa justru lebih unggul dalam meredam getaran.
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR