Otomotifnet.com - Bagi Anda yang mendambakan motor dengan kombinasi unik antara bodi yang compact dan performa mesin yang agresif, Suzuki Satria F150 tetap menjadi primadona di pasar motor bekas.
Meski dimensinya ramping, motor ini menyimpan tenaga buas yang membuatnya sangat mumpuni untuk menembus kemacetan lalu lintas harian.
Menariknya lagi, unit lansiran tahun 2009 kini semakin terjangkau, menjadikannya opsi menarik bagi penggemar kecepatan dengan budget terbatas.
Eksistensi Satria F150 di Indonesia memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tahun 2004 melalui skema CBU (Completely Built Up) dari Thailand.
Generasi pertama ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu tidak dilengkapi dengan electric starter.
Artinya, Anda harus mengandalkan kick starter (selahan) untuk menghidupkan mesin, serupa dengan mekanisme pada Suzuki Shogun SP 125.
Secara teknis, motor legendaris ini dibekali mesin berkapasitas 147,3 cc, 4-tak, DOHC.
Di atas kertas, jantung pacu ini mampu memuntahkan tenaga hingga 16 dk dengan torsi maksimal 12,7 Nm, sebuah angka yang sangat impresif untuk motor di kelasnya.
Agar tidak menyesal setelah membawa pulang unit incaran, beberapa hal ini wajib dicek sebelum memutuskan untuk membelinya:
1. Analisis Suara Mesin dan Rantai Keteng
Titik lemah Satria F150 yang sudah berumur biasanya terletak pada bagian keteng.
Mesin yang masih sehat seharusnya bersuara halus tanpa adanya bunyi gemericik atau suara kasar dari area rantai keteng.
Jika suara mesin terdengar berisik, itu pertanda komponen internal sudah mulai aus.
Baca Juga: Akselerasi Mesin Vario 150 Makin Naik, Pakai CVT Punya Motor Ini
Baca Juga: Tembus 60 km/liter, Intip Keunggulan Honda BeAT Deluxe Tahun 2024
Baca Juga: Ketahui, Penyakit Ninja 250 Fi Bekas Bikin Ngeri, Karena Kesalahan Ini
Baca Juga: Motor Listrik Mirip PCX Tembus 130 km, Ini Spesifikasi Polytron Fox-R 2023
2. Pantau Kebocoran pada Blok Mesin
Perhatikan area blok mesin dengan saksama.
Hindari unit yang terlihat becek atau memiliki banyak rembesan oli.
Masalah ini umumnya dipicu oleh komponen seal dan packing yang sudah getas dimakan usia.
Karet yang mengeras atau sobek adalah hal wajar karena faktor umur, namun perbaikannya membutuhkan biaya tambahan.
3. Visualitas Fisik vs Performa
Jangan hanya terpukau oleh bodi yang mulus.
Pastikan integrasi antara mesin dan kelistrikan tetap sinkron agar kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Jika Anda bukan ahli di bidang otomotif, sangat disarankan untuk mengajak mekanik kepercayaan yang spesialis menangani mesin Suzuki.
Deteksi dini oleh ahli dapat menyelamatkan kantong Anda dari biaya restorasi yang membengkak di kemudian hari.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR