Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Inilah 6 Tips Praktis dan Aman Untuk Pengendara Pemula Mobil Matik

Konten Grid - Jumat, 13 Februari 2026 | 16:30 WIB
6 Tips Praktis dan Aman Untuk Pengendara Pemula Mobil Matik
Otofemale.id
6 Tips Praktis dan Aman Untuk Pengendara Pemula Mobil Matik

Otomotifnet.com - Beralih dari transmisi manual ke matik seringkali menimbulkan rasa canggung, namun tak perlu risau.

Mengemudi mobil matik bukan sekadar "gas dan rem", melainkan tentang memahami harmoni antara teknologi transmisi dan insting berkendara.

6 Tips Praktis dan Aman Untuk Pengendara Pemula Mobil Matik 

Agar perjalanan Anda tidak hanya nyaman tetapi juga menjaga durabilitas mesin, berikut adalah tips praktis dan aman untuk pengendara pemula mobil matik:

1. Memahami Bahasa Tuas Transmisi

Tuas persneling
Tuas persneling

Langkah awal adalah menghafal anatomi tuas persneling di luar kepala.

Secara umum, matik menggunakan standar P-R-N-D.

  • P (Parking): Mengunci transmisi agar mobil tidak bergerak saat parkir.

  • R (Reverse): Untuk mundur.

  • N (Neutral): Memutuskan koneksi mesin dengan roda.

  • D (Drive): Mode utama untuk melaju.

  • Fitur Manual/Tiptronic: Pada mobil modern seperti Toyota Sienta, tersedia mode M (Manual) atau S (Sport). Dengan menggeser tuas ke arah (+/-), Anda bisa merasakan sensasi oper gigi manual tanpa kopling, memberikan kontrol penuh saat membutuhkan torsi lebih.

2. Istirahatkan Kaki Kiri

Nyetir mobil matik, selalu bebaskan kaki kiri
Otofemale.id
Nyetir mobil matik, selalu bebaskan kaki kiri

Ini adalah poin krusial demi keselamatan.

Dalam mobil matik, kaki kiri dilarang keras menginjak pedal apa pun, termasuk rem.

Mengapa? Karena feeling tekanan kaki kiri terbiasa menginjak kopling yang dalam, sehingga jika digunakan untuk mengerem, mobil akan berhenti mendadak secara ekstrem (pengereman mendadak).

Cukup gunakan kaki kanan secara bergantian untuk gas dan rem.

3. Transisi Transmisi Harus dalam Kondisi Statis

Pastikan saat geser tuas persneling (P, R, N dan D), mobil dalam kondisi berhenti.
Otofemale.id
Pastikan saat geser tuas persneling (P, R, N dan D), mobil dalam kondisi berhenti.

Jangan pernah memindahkan posisi tuas (misalnya dari D ke R atau P) saat mobil masih bergerak meskipun pelan.

Melakukan perpindahan secara paksa saat mobil meluncur dapat merusak komponen internal transmisi (seperti parking pawl).

Selalu injak rem hingga mobil berhenti total, barulah geser tuas persneling dengan halus.

Baca Juga: Bawa Mobil Matik CVT Suka Gagal Nanjak, Ini Letak Kesalahnnya

Baca Juga: Belajar Mobil Matik Cukup Andalkan 1 Kaki Saja, Ini Kata Ahli

Baca Juga: Inilah 2 Cara Mudah Parkir Mundur Bagi Pengendara Mobil Matik di Mall

Baca Juga: Perlu Tahu, Inilah Urutan Benar dan Aman Mematikan Mesin Mobil Matik

4. Etika Berhenti di Kemacetan

kondisi macet
Otofemale.id
kondisi macet

Saat menghadapi lampu merah yang lama atau kemacetan total, geserlah tuas ke posisi N (Netral) dan aktifkan rem tangan.

Membiarkan tuas di posisi D sambil menginjak rem dalam waktu lama hanya akan membebani kerja transmisi dan membuat mesin cepat panas.

Namun, jika berhenti hanya sejenak (di bawah 10 detik), tetap di posisi D sudah cukup memadai.

5. Kickdown vs Manual Mode

tuas persneling dari D geser ke M
tuas persneling dari D geser ke M

Butuh tenaga ekstra untuk menyalip?

Anda punya dua pilihan cerdas:

  • Kickdown: Tekan pedal gas secara mendalam dan cepat. Sistem komputer mobil akan secara otomatis menurunkan gigi (downshift) untuk memberikan lonjakan tenaga instan.

  • Manual Mode: Geser tuas ke posisi M, lalu turunkan ke (-) untuk mendapatkan dorongan tenaga yang lebih presisi sesuai keinginan Anda.

6. Strategi Menaklukkan Tanjakan dan Turunan Curam

 antisipasi saat hadapi jalanan turunan atau menanjak.
Tribunnews
antisipasi saat hadapi jalanan turunan atau menanjak.

Mobil matik memerlukan perlakuan khusus di medan ekstrem untuk menghindari overheat pada rem atau kehilangan tenaga:

  • Tanjakan: Gunakan mode manual dan turunkan ke gigi rendah (M1 atau L) agar mobil mendapatkan torsi maksimal tanpa membebani transmisi secara berlebih.

  • Turunan Tajam: Jangan hanya mengandalkan rem kaki! Geser tuas ke posisi manual dan turunkan ke gigi rendah (M1/M2) untuk mengaktifkan Engine Brake. Ini sangat vital guna mencegah rem panas berlebih (brake fade) yang bisa menyebabkan rem blong.

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa